Tema: Ekonomi Politik Global Judul: Realita Studi Hubungan Internasional

Tema:
Studi HI, Realita, dan Peluang Kerja di Sektor Ekonomi Politik Global

Judul: Realita Studi Hubungan
Internasional dan Tantangan Peluang Kerja di Sektor Ekonomi Politik Global

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Pendahuluan:
Studi Hubungan Internasional dan Tantangannya

 

Studi Hubungan
Internasional merupakan studi multidisipliner yang mampu membawa pelajar
berpikir kritis mengenai fenomena, kejadian, maupun fakta-fakta empiris yang
terjadi dalam lingkup internasional maupun global. Tidak hanya itu, tentunya
penstudi Hubungan Internasional juga diharapkan untuk dapat memberikan
kontribusinya dalam hal menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi
dalam lingkup dan tatanan internasional juga memberikan inovasi-inovasi dalam
upaya mengembangkan interaksi antar negara maupun aktor-aktor terkait menjadi
semakin lebih baik. Meskipun demikian pada kenyataannya para penstudi Hubungan
Internasional sering kali menemui berbagai macam fenomena maupun kenyataan yang
beragam, subjektif, dan tidak menentu, menjadi suatu tantangan terbesar bagi
para penstudi HI. Hal tersebut tentunya dapat menjadi kelebihan maupun
kekurangan bagi para penstudi HI maupun bagi keberlangsungan relevansi dari
studi Hubungan Internasional itu sendiri.

Berbeda dengan
studi-studi lainnya studi Hubungan Internasional, seperti yang telah dikatakan
sebelumnya, sebagai studi multidisipliner, HI memiliki lingkup kaji yang luas, mulai
dari politik, ekonomi, sosial, budaya hingga studi-studi baru seperti media dan
komunikasi dapat menjadi bidang kaji dari studi Hubungan Internasional. Hal
tersebut menjadi suatu kelebihan bagi studi Hubungan Internasional karena
memiliki ruang pengetahuan yang luas dan fleksibel, namun juga membuatnya tidak
dapat mendalami satu persatu bidang tersebut secara komprehensif. Dengan kata
lain, Hubungan Internasional memberikan penstudinya wawasan yang luas namun
tidak mendalam. Hal ini semakin kompleks bila ditambah dengan kenyataan bahwa
hubungan dan interaksi internasional antar negara, maupun antar aktor-aktor
non-negara dalam lingkup global terus menghasilkan fenomena-fenomena baru yang
berpotensi semakin memperluas lingkup studi Hubungan Internasional. Sementara
itu, dalam segala hal yang dipelajari tentunya akan dipertanggungjawabkan dalam
realita yang dijalani oleh para penstudi HI, dalam hal ini berarti bagaimana
membawa studi Hubungan Internasional kedalam kehidupan nyata, khususnya dalam
lapangan kerja. Dimana bagi para sarjana Hubungan Internasional yang akan
memulai karirnya merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

 

Analisis

Bagi para penstudi
HI, tidak jarang kita mendengar orang-orang bertanya mengenai pekerjaan apa
yang hendak kita lakukan dalam menempuh karir kita sebagai sarjana Hubungan
Internasional. Tidak dapat dipungkiri hal ini menjadi suatu hal yang cukup
menantang untuk dijawab. Hal tersebut tidak disebabkan karena seorang sarjana
Hubungan Internasional memiliki pengetahuan yang kurang dan tidak mampu
bersaing dalam kehidupan nyata, namun jawaban yang paling sederhana dan jujur
adalah karena tidak terdapatnya spesifikasi khusus yang menyatakan kepakaran
seorang sarjana HI untuk bersaing dengan kepakaran lain yang sudah terspesialisasi
sejak awal. Contohnya dalam tulisan ini, penulis akan membahas mengenai
kepakaran HI dalam sektor ekonomi politik global.

Bidang kaji Ekonomi Politik Global merupakan bidang kaji
yang ini dirancang khusus bagi siswa yang ingin memfokuskan studi mereka di
bidang ekonomi, ilmu politik, dan manajemen pada jaringan hubungan global yang
terus berkembang, dan dapat pula mencakup keputusan kebijakan publik yang
membantu membentuk dan mengarahkan ekonomi global saat ini. Bidang kaji ini pun
bersifat lintas disiplin, dan berakar pada tradisi historis dan filosofis. Meskipun
penstudi HI yang mengambil konsentrasi Ekonomi Politik Global tidak memiliki
pendalaman dalam bidang ekonomi seperti para ekonom dan bukan juga politikus,
namun seorang pakar ekonomi politik global memiliki kelebihan sebagai seseorang
yang tanggap akan hubungan ekonomi dan kekuasaan dalam politik yang sering
dilakukan oleh negara dan pasar, dimana hal tersebut sering dilupakan baik
dalam pembuatan kebijakan. Sarjana dan pembuat kebijakan sering memikirkan
ekonomi internasional tanpa banyak memperhatikan politik internasional dan
sebaliknya, padahal kedua hal tersebut memiliki keterkaitan yang erat. Para
ekonom sering menganggap kepentingan negara sementara ilmuwan politik terkadang
gagal melihat melampaui negara-bangsa.

 Contohnya pada
perkembangan isu-isu dalam hubungan internasional saat ini tidak pernah ada
waktu yang lebih menarik untuk menjadi lulusan politik dan ekonomi. Urusan
internasional terus mendominasi agenda berita, dengan pembicaraan bailout yang
sedang berlangsung seputar krisis Yunani, Isis terus menimbulkan kekhawatiran
di Timur Tengah dan pemerintah Inggris berjanji mengadakan referendum untuk
meninggalkan UE. Ditambah dengan isu-isu globalisasi dan perubahan global, dari
disiplin hubungan internasional, ilmu politik, ekonomi politik dan makroekonomi
yang membahas masalah dunia nyata, juga menjadi hal yang penting dalam melihat
masa depan hubungan internasional. Munculnya organisasi perusahaan terkena
dampak oleh kejadian seperti krisis keuangan tahun 2008, perubahan rantai
pasokan global, pergeseran kekuatan global dan kemunculan China sebagai
kekuatan ekonomi global, ketidakstabilan di bidang utama negara berkembang,
gangguan teknologi dan lingkungan dari otomasi dan robotika hingga
cybersecurity dan perubahan iklim, dan bangkitnya populisme di dunia barat.

Melihat contoh-contoh di atas kita menemui bahwa ilmu
ekonomi dan ilmu politik dalam skala internasional merupakan dua hal yang
hampir selalu berdampingan. Oleh karena itu, kekuatan utama adalah kemampuannya
untuk menggunakan wawasan dari kedua disiplin ilmu untuk menganalisis isu-isu
penting menjadi hal yang dapat menjadi suatu kelebihan tersendiri bagi pelajar
HI yang berfokus pada bidang kaji ekonomi politik internasional. Dengan
demikian dalam perkembangannya, terdapat beberapa karir penting yang dapat
dibangun oleh seorang sarjana Hubungan Internasional yang mengambil konsentrasi
dalam bidang kaji ekonomi politik global:

1.   
Pejabat pemerintah

2.   
Bankir internasional

3.   
Guru / Profesor Perguruan Tinggi

4.   
Pelobi

5.   
Konsultan

6.   
Market Researcher

7.   
Business Analyst

8.   
Sektor Swasta: Bisnis Internasional

·        
Organisasi Perusahaan dan Multinasional

·        
Pemasaran Global dan Domestik

9.   
Organisasi Non-Pemerintah Internasional       

Pada umumnya di Indonesia seorang sarjana Hubungan
Internasional bertujuan untuk menjadi seorang diplomat yang dapat menjadi wakil
melindungi kepentingan suatu negara di luar negeri dalam hal urusan politik,
perdagangan dan konsuler. Adapun dalam menempuh karirnya seorang diplomat
sekiranya harus menghabiskan sekitar tiga tahun di negara asing bersama
keluarga dan dapat melayani di negara-negara di mana ada tingkat penyakit yang
lebih tinggi, iklim yang keras, atau konflik sosial. Diplomat dapat tinggal dan
melakukan perjalanan di tempat-tempat di mana wisatawan tidak dapat pergi atau
sedang dalam keadaan berkonflik dengan negara lain seperti Irak, Afghanistan,
Haiti atau Chad. Dalam tugasnya diplomat harus bertindak sebagai penghubung
antara negara yang mereka wakili dan negara tempat mereka kunjungi atau
ditempatkan. Mereka harus mengumpulkan dan melaporkan semua informasi yang akan
mempengaruhi kepentingan negara dan tetap berhubungan dekat dengan pejabat
pemerintah dan politisi dari negara tuan rumah. Diplomat harus berdiskusi,
bernegosiasi dan menengahi dengan pemerintah daerah mengenai perdamaian dan
perang, perdagangan, perdagangan, ekonomi, serta aspek sosial dan budaya.
Meskipun demikian, pada kenyataannya di Indonesia sendiri untuk dapat menjadi
diplomat tidaklah mudah dan hanya sedikit saja yang terpilih  untuk dapat menjadi diplomat. Untunganya
terdapat berbagai alternatif lainnya dalam memilih lapangan pekerjaan bagi
sarjana hubungan internasional seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Setiap sarjana yang mempertimbangkan pekerjaan di urusan
internasional harus memikirkan secara serius implikasi moral pekerjaan mereka. Seorang
sarjana yang bekerja untuk pemerintah maupun bagi sebuah organisasi
internasional seperti International
Monetary Fund atau Bank Dunia, maupun untuk sebuah organisasi nonpemerintah
seperti Greenpeace atau Doctors Without Borders, untuk perusahaan transnasional
seperti Exxon atau Nestle, atau untuk internasional. Dalam perkembangan saat
ini, bertambahnya signifikansi aktor non-negara seperti perusahaan
multinasional dalam hubungan internasional memainkan peran penting dalam urusan
internasional saat ini. Hal tersebut menjadi suatu peluang baru bagi sarjana
Hubungan Internasional. Saat ini generasi milenial cenderung berpikir dalam hal
bekerja di luar negeri untuk sebuah perusahaan asing lainnya, ataupun
sebaliknya saat ini banyak pula perusahaan-perusahaan asing yang datang ke
dalam negeri dengan membawa lapangan pekerjaan. Namun tentunya, dalam setiap
lapangan pekerjaan manapun akan terdapat kompetisi dan persaingannya tersendiri
yang menjadi tantangan bagi para penstudi dan sarjana Hubungan Internasional. Sehingga
diperlukan jiwa dan daya saing bagi para sarjana HI agar dapat bersaing dalam
kehidupan nyata. Apa saja yang dibutuhkan oleh penstudi Hubungan Internasional
yang akan berkarir dalam kehidupan nyata?

 

 

 

1.   
Menguasai Bidang secara mendalam namun juga
tetap komprehensif

Salah satu hal yang menjadi kelemahan dari para penstudi
hubungan internasional adalah kurangnya pemahaman yang mendalam, hingga dapat
dikatakan sebagai seorang pakar dalam suatu bidang yang ditekuninya. Hal
tersebut tentunya bukanlah suatu hal yang buruk dan menjadikan seorang sarjana
Hubungan Internasional tidak dapat bersaing dengan sarjana-sarjana lainnya. Hal
tersebut disebabkan serderhananya karena penstudi Hubungan Internasional
memiliki kelebihan  atau terbiasa dalam
melihat suatu dalam kerangka luasnya yang komprehensif dan mampu melihat suatu
fenomena dari berbagai macam sudut pandang. Sehingga hal utama yang perlu
diperhatikan oleh seorang sarjana Hubungan Internasional dalam memutuskan untuk
meniti karir dalam bidang yang hendak adalah mendalami dan menguasai bidang
tersebut.

2.   
Kreatifitas

Kreativitas tidak hanya diperlukan oleh seorang perkerja
seni atau sarjana-sarjana dari lulusan seni. Pada kenyatanyaan para penstudi
ilmu-ilmu sosial dan humaniora lainnya juga membutuhkan kreatifitas dalam
mengembangkan pemikiran maupun skill
nya. Khusus bagi para penstudi HI, mendengar istilah kreatif memang tidak
sering kita temukan dalam perkuliahan maupun dalam proses belajar kita. Namun
menjadi kreatif adalah salah satu unsur yang penting dalam untuk mendapatkan
inovasi dan pembaharuan baik dalam pengembangan studi Hubungan Internasional maupun
dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi para penstudi Hubungan Internasional.

3.   
Inovatif

Seperti yang telah diutarakan dalam poin sebelumnya,
kreatifitas dapat membawa inovasi-inovasi baru bagi lapangan kerja sarjana
Hubungan Internasional. Inovasi dibutuhkan agar terdapatnya kebaruan-kebaruan
yang menunjukkan bahwa sarja HI juga dapat membawa suatu pemikiran baru yang
menarik yang dapat dikembangkan. Hal ini dapat menunjukkan bahwa Hubungan
Internasional bukanlah suatu studi yang ‘mati’ dan membosankan. Dengan adanya
inovasi-inovasi baru yang dimiliki oleh sarjana Hubungan Internasional pula,
diharapkan bahwa inovasi-inovasi tersebut dapat menjadi suatu problem solver
yang baru bagi permasalahan-permasalahan yang terdapat dalam lingkung
internasional yang hingga saat ini sulit untuk dipecahkan, seperti permasalahan
perang, kemiskinan dunia ketiga, migrasi internasional dan lain sebagainya.

4.   
Entrepreneur

Seorang sarjana Hubungan Internasional sering kali
meniti karir menjadi seorang pekerja dalam sebuah instansi negara maupun oleh
pihak-pihak swasta seperti diplomat, researcher,
maupun seorang analis. Namun seorang penstudi yang memiliki jiwa
entrepreneurship dapat pula menciptkan peluangnya sendiri tanpa harus menunggu
kesempatan untuk bekerja pada orang lain. Memiliki jiwa entrepreneur disini
tidak semerta-merta berarti bahwa seorang penstudi HI akan menjadi seorang
pembisnis, namun memiliki jiwa entrepreneur berarti bahwa seorang penstudi HI giat
dalam mengejar pembentukan nilai, melalui penciptaan atau perluasan kegiatan
ekonomi, dengan mengidentifikasi dan memanfaatkan produk, proses atau pasar
baru (Ahmad & Seymour, 2008: 9). Contohnya, seorang penstudi HI dengan
kemampuannya dapat menyumbangkan pemikiran-pemikirannya melalui tulisan,
pendapat, maupun riset yang dikelola olehnya untuk dapat digunakan oleh pihak
lain yang membutuhkan. Dengan demikian, seorang penstudi HI telah membentuk
lapangan kerja bagi dirinya sendiri.  

5.   
Tanggap akan perubahan

Jika zaman berubah maka dinamika yang dihasilkan oleh aktor-aktornya
pun ikut berubah, begitupula dalam lingkup negara. Dalam studi Hubungan
Internasional kita selalu menemukan bahwa keadaan dalam lingkup internasional
selalu mengalami perubahan setiap waktunya. Sehingga seorang penstudi HI harus
mampu menganggapi perubahan dalam lingkup dan dinamika internasional. Pada
dasarnya hal ini merupakan hal yang sangat penting dan fundamental, karena
sebagai seorang penstudi HI kita harus terus mengikuti perubahan zaman. Pemikiran-pemikiran
dalam HI juga akan terus berkembang sehingga untuk dapat terus bersaing dalam
kehidupan nyata seorang penstudi HI harus mampu menanggapi perubahan.

Adapun menurut Universitas Rutgers seorang sarjana
Hubungan Internasional, setidak-tidaknya harus memiliki kemampuan dalam hal-hal
berikut1:

a.    Kemahiran
dalam menulis dan berbahasa Inggris sebagai bahasa internasional

b.    Memiliki
pendalaman mengenai Ilmu Politik, khususnya politik internasional

c.    Memiliki
pendalaman dalam ilmu Ekonomi setidaknya melalui ekonomi internasional (yang
akan mencakup mikro dan makro), sebaiknya melalui perdagangan dan keuangan
internasional; dan

d.    Penguasaan
setidaknya satu bahasa asing, selain bahasa Inggris dan bahasa asalnya (mother tongue)

 

Simpulan

Lulus gelar dalam
Hubungan Internasional merupakan salah satu cara untuk dapat membuat dunia
menjadi tempat yang lebih baik. Setiap sarjana Hubungan Internasional akan
memiliki kesempatan yang baik dalam mendapatkan lapangan pekerjaan, seperti
dalam mempertahankan hubungan diplomatik yang positif antar negara, mencegah
konflik internasional, dan memastikan semuanya berjalan lancar antara
pemerintah di dunia kita yang sangat saling terkait.

Tetapi bagi sarjana
Hubungan Internasional, spesialis hubungan internasional memiliki pilihan karir
yang jauh lebih luas selain politik dan dapat terlibat dalam bidang seperti
ekonomi, sistem sosial dan kehidupan budaya masyarakat. Semua ini membuat studi
Hubungan Internasional menjadi suatu studi yang sangat fleksibel yang
menawarkan banyak kesempatan bagi siswa internasional ambisius.

Bagi mahasiswa yang
memiliki minat dan mengambil konsentrasi dalam bidang ekonomi politik global,
terdapat banyak pilihan lain selain bekerja di sektor pemerintah, seperti di
perusahaan internasional maupun menjadi analis dalam organisasi internasional. Adapun
semua hal tersebut tentunya harus didukung oleh berbagai macam keahlian lain
seperti berbahasa asing, negosiasi, dan berpikir kritis. Dengan demikian
seorang sarjana Hubungan Internasional pun dapat berjuang dan  bersaing di dunia kerja dalam kehidupan
nyata.

1
Messing, S. (2018). Careers in
International Relations. online Polisci.rutgers.edu. Available at:
http://polisci.rutgers.edu/undergraduate/careers/59-undergraduate/undergraduate-program/180-careers-in-international-relations
Accessed 17 Jan. 2018.

x

Hi!
I'm Eileen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out