KARYA perlambat prosesnya. (Sumber :https://www.insinyoer.com/korosi/ ) a. Pengertian Korosi

KARYA TULIS

KOROSI SERTA
PENGENDALIANNYA DI DALAM INDUSTRI ELEKTRONIK

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

                          

 

Oleh:

 

Nina
Sofiana

1524301060

 

3C/TKI

 

 

 

JURUSAN TEKNIK
KIMIA/ PRODI TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI

POLITEKNIK
NEGERI LHOKSEUMAWE

2017/2018

 

Pendahuluan

Proses
terjadinya suatu korosi telah terjadi sejak dahulu dan menimbulkan banyak
sekali kerugian yang di dapat karena terjadinya suatu proses korosi tersebut.
Kerugian ekonomi adalah hal utama yang menjadi suatu masalah, di negara AS
sekitar 276 milyar dollar AS telah di keluarkan untuk mengganti mesin – mesin
industri yang telah terkorosi, infrastruktur, setra transportasi umum.

Sedangkan
di Indonesia sekitar 20 triliun bahkan bisa saja lebih, uangnya hilang dengan
sangat percuma karena pada setiap tahunnya terjadi suatu proses korosi. Korosi
tersebut tidak dapat di hilangkan tetapi dapat di perlambat prosesnya.

 

     

(Sumber :https://www.insinyoer.com/korosi/
)

 

a.      Pengertian
Korosi

Korosi adalah proses rusaknya
suatu logam dimana logam tersebut berinteraksi langsung dengan lingkungannya
yaitu interaksi kimiawi. Korosi dapat dikenal juga dengan istilah perkaratan.
Secara terminologi, korosi adalah penurunan kualitas material karena interaksi
antara material dengan lingkungannya yang dapat menyebabkan terjadinya reaksi
reduksi (reaksi elektrokimia) dan oksidasi. Empat variabel yand dapat
menyebabkan terjadinya korosi:

1.     
Katoda

Katoda adalah tempat reaksi
reduksi (menerimanya elektron) terjadi.

 

2.     
Anoda

Anoda adalah tempat reaksi
oksidasi (hilangnya elektron) terjadi.

 

3.     
Eletrolit

Elektrolit merupakan suatu media
tempat mengalirnya suatu elektron dari anoda ke katoda.

 

4.     
Metallic
Path

Metallic path merupakan suiatu
penghubung anoda dan katoda untuk mengalirkan arus listrik dari katoda ke
anoda.

Berikut adalah faktor-faktor
terjadinya korosi :

1.     
Jumlah
polusi di udara berupa debu dan gas, butiran-butiran arang, dan oksida metal

2.     
Temperatur
/ suh.

3.     
Kelembaban
kritis

4.     
Kecepatan
dan arah angin

5.     
Panas
matahari

6.     
Banyaknya
curah hujan yang terjadi

 

Korosi dapat dijumpai pada
kehidupan sehari-hari, misalnya korosi/perkaratan yang terjadi pada besi.
Korosi atau perkaratan yang dimaksud adalah suatu zat padat yang memiliki warna
coklar kemerahan yang memiliki sifat yang rapuh dan berpori. Rumus kimia karat
besi adalah Fe2O3. xH2O.

 

Gambar 1.1 korosi yang terjadi
pada besi

(Sumber:https://sainsforhuman.blogspot.com/2013/07/apa-itu-korosi-penyebab-dan-cara.htm)

 

 

b.     
Klasifikasi Korosi Serta
Mekanisme Terjadinya Korosi

1.      Korosi
Menyeluruh (General corrosion)

Korosi
menyeluruh adalah suatu jenis korosi yang terjadi pada seluruh. permukaan
logam.

Gambar
1.2 Korosi menyeluruh yang terjadi pada tangki

(Sumber : PPT Bentuk-Bentuk Korosi)

 

2.      Korosi
Setempat (Local Corrosion)

Korosi
setempat adalah suatu jenis korosi yang hanya terjadi pada permukaan tertentu
logam.

 

Gambar 1.3
Korosi setempat (Local Corrosion)

(Sumber : PPT Bentuk-Bentuk Korosi)

 

3.      Korosi
Galvanis

Korosi
galvanis terjadi pada dua jenis logam yang saling dihubungkan.

 

              Gambar 1.4 Korosi galvanis yang terjadi pada
baut

   
(Sumber : PPT Bentuk-Bentuk Korosi)

 

4.      Korosi
Celah (Crecive Corrosion)

Korosi
celah terjadi karena adanya celah yang terisi dengan air yang memiliki pH yang
rendah sehingga terbentuklah sel korosi.

   Gambar 1.5 Korosi Celah (Crecive Corrosion)

    (Sumber :
PPT Bentuk-Bentuk Korosi)

 

5.      Korosi
Sumuran (Pitting Corrosion)

Korosi
sumuran merupakan korosi yang menembus masuk kedalam ketebalan logam.

Gambar
1.6 Korosi Sumuran (Pitting Corrosion)

(Sumber : PPT Bentuk-Bentuk Korosi)

6.      Korosi
Erosi (Erosion Corrosion)

Korosi
erosi terjadi karena adanya aliran fluida yang sangat cepat sehingga permukaan
logam dan lapisan film pelindung menjadi rusak.

 

Proses
terjadinya korosi erosi di sebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut :

1.     
Terjadinya
suatu perubahan yang drastis yang terjadi pada suatu diameter lubang bor atau
arah suatu pipa

2.     
Pemasangan
yang buruk yang terjadi pada suatu penyekat pada sambungannya

3.     
Terdapat
suatu celah yang dapat memungkinkan suatu fluida masuk dan mengalir di bagian
luar pada aliran utama

4.     
Terdapat
suatu produk korosi atau suatu endapan yang lain yang dapat menyebabkan
terjadinya gangguan pada aliran laminer

 

  

       Gambar 1.7 Korosi Erosi (Erosion
Corrosion)

         (Sumber
: PPT Bentuk-Bentuk Korosi)

 

7.      Korosi
Retak Tegang (Stress Corrosion Cracking)

Korosi
retak tegang terjadi akibat lingkungan yang korosif dan beban tegangan yang
terjadi secara terus-menerus.

Gambar 1.8 Korosi
Retak Tegang (Stress Corrosion Cracking)

(Sumber : PPT Bentuk-Bentuk Korosi)

 

8.      Korosi
Retak Lelah (Corrosion Fatique Cracking)

Korosi
retak lelah terjadi karena pada lingkungan yang korosif ada beban yang
bolak-balik.

Gambar
1.9  Korosi Retak Lelah (Corrosion
Fatique Cracking)

(Sumber : PPT Bentuk-Bentuk Korosi)

 

9.      Korosi
Retak Pengaruh Hidrogen (Hydrogen Induce Cracking)

Korosi
retak pengaruh hidrogen terjadi karena hidrogen masuk kedalam logam sehingga
logam mengalami kerapuhan.

Gambar 1.10 Korosi Retak Pengaruh Hidrogen (Hydrogen
Induce Cracking)

(Sumber : https://mechanicalengboy.wordpress.com)

 

10.  Korosi
Intergranular

Korosi
intergranular yaitu pada batas butir terjadinya pengendapan.

Gambar
1.11 Korosi Intergranular

(Sumber : PPT Bentuk-Bentuk Korosi)

11.  Korosi
Arus Liar

Korosi
arus liar adalah arus searah masuk dengan cara liar yang tidak di sengaja yang
terjadi pada suatu konstruksi baja, dan kemudian meninggalkannya kemudian
menuju kembali ke sumber arus.

 

Ada
dua jenis sel arus yang di paksakan, yaitu sebagai berikut :

1.     
Sel  arus liar yang secara tidak sengaja terjadi
(Eksidentil)

Sama
seperti arus liar yang terjadi pada kereta api listrik yaitu yang melaju
berdekatan dengan suatu pipa air minum yang berada di dalam tanah yang terbuat
dari baja bergalvanis atau disebut juga dengan baja yang berlapis beton di
bagian dalam dan dibalut di bagian luar (wrapped). Tempat arus liar masuk
menuju ke dalam pipa kemudian menjadi katoda, sedangkan tempat arus liar
meningggalkan pipa menjadi anoda dan kemudian berkarat.

 

 

2.     
Sel
arus paksa yang di sengaja

Yaitu
seperti sel yang memiliki perlindungan katodik pada suatu pipa bawah tanah.
Arus yang berasal dari sumber arus listrik yang searah menuju ke elektroda dan
dengan melalui tanah arus mengalir dari ekektroda menuju ke pipa sehingga
kemudian pipa menjadi katoda yang  tidak
berkarat . lalu kemudian arus kembali ke rectifier (sumber).

Gambar
1.12 Korosi Arus Liar

(Sumber
: http://hima-tl.ppns.ac.id/korosi)/

 

12.  Korosi
Bakteri

Korosi
bakteri ini terjadi karena hanya di sebabkan oleh bakteri anaerobic yang hanya
akan bertahan pada suatu kondisi tanpa adanya suatu zat asam, bakteri ini
biasanya di sebut dengan nama Mikroba
Korosi. Korosi bakteri terjadi karena bakteri tersebut mengubah suatu garam
sulfat menjadi suatu asam yang reaktif yang dapat menyebabkan terjadinya karat.

Gambar
1.13. Korosi Bakteri

(Sumber:https://mechanicalengboy.wordpress.com/2012/12/23/pengenalan-korosi-dan-penyebab-penyebab-korosi-part-1/)

 

Berikut
adalah macam-macam bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya korosi

Nama

Jenis

Flavobacterium
Mucoids
Aerobactery
Pseudomanas
B.
Subtilis
B.
Cereus

 
 
Bakeri pembentuk terjadinya
lendir penyebab sel karat konsentrasi oksigen.

Desulfovibrio
Closfridia

Bakteri penyebab terjadinya
karat

Gallionella
Crenothrix

Bakteri pendeposisi bakteri

Chrococcus
Oscillatoria
Chlorococcus
Ulothrix
Scenedesmus
Navicula

 
 
Algae (Lumut)

Aspergillus
Alternaria
Penicillium
Trichoderma
Torula
Monilia

 
 
Jamur

 

13.  Karat
Titik Embun

Karat
titik embun adalah karat yang terjadei karena di sebabkan oleh faktor – faktor
kelembaban yang dapat menyebabkan terjadinya titik embun (Dew Point) atau di sebut juga dengan
istilah kondensasi.

Gambar
1.13. Karat Titik Embun

(Sumber:http://www.maintenancechemical.com/2016/04/20/sudah-tahu-karat-titik-embun-rust-bullet/)

 

 

c.      
Dampak Atau Akibat Korosi Dalam
Kehidupan Sehari – hari

Pada kehidupan sehari – hari,
suatu korosi dapat di jumpai pada berbagai jenis logam, bangunan – bangunan serta
peralatan – peralatan elektronik yang menggunakan beberapa komponen – komponen
logam seperti tembaga, seng, besi – baja dan lain – lain, semua dapat mengalami
terjadinya suatu korosi. Hal tersebut di sebabkan oleh korosi yang menyerang
suatu piranti atau pun suatu komponen – komponen elektronika yang dapat
menyebabkan suatu kerusakan maupun suatu kecelakaan. Karena terjadinya korosi
tersebut maka sifat elektrik yang di kandung oleh komponen – komponen renik
elektronika dalam suatu komputer, radio, video, jam digital, televisi,
kalkulator dan lain – lain di dalam kehidupan rumah tangga pun menjadi rusak.

 

Korosi adalah suatu masalah
ilmiah dan teknis yang sangat serius. Di beberapa negara – negara maju pun,
secara ilmiah masalah – masalah seperti ini sampai saat ini pun belum terjawab
dengan tuntas. Suatu korosi juga merupakan suatu masalah ekonomi karena hal ini
menyangkut pada umur suatu bahan maupun peralatan, penyusutan suatu bahan atau
pun peralatan, serta efisiensi pemakaian suatu bahan atau pun peralatan pada
suatu kegiatan industri. Untuk merawat suatu peralatan perkantoran, kendaraan
bermotor, jembatan, mesin – mesin idustri serta peralatan – peralatan lainnya,
sudah milyaran Dolar AS yang telah di gunakan supaya konstruksinya dapat
bertahan lebih lama.

 

Kerugian yang ditimbulkan oleh
suatu korosi ada dua yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Contoh dari
biaya langsung yaitu mengganti alat industri, konstruksi, perawatan jembatan
dan lain – lain. Sedangkan contoh dari biaya tidak langsung yaitu terjadinya
gangguan suatu proses proses produksi pada suatu proses industri dan biaya
kelancaran transportasi yang lebih besar jika di bandingkan dengan biaya
langsung. Untuk menghindari kerugian – kerugian tersebut maka perlu dilakukan
suatu pencegahan terhadap korosi.

 

d.     
Pencegahan Terjadinya Korosi

 

Proses terjadinya korosi pada
logam merupakan suatu hal yang dapat di hindari, proses terjadinya suatu korosi
juga dapat di hambat dan juga di kendalikan agar mengurangi suatu kerugian
serta mencegah terjadinya suatu dampak negatif yang akan di akibatkannya.
Dengan dilakukannya pencegahan ini maka dapat memperpanjang umur suatu
peralatan dalam rumah tangga maupun peralatan yang terdapat dalam industri, dan
bahkan dapat di perpanjang agar di peroleh nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Contoh – contoh dari pengendalian maupun pencegahan korosi adalah sebagai
berikut :

 

1.     
Mencegah
adanya kontak dengan oksigen atau/ dan air

Korosi
yang terjadi pada suatu besi membutuhkan suatu air dan oksigen. Peristiwa
korosi tersebut tidak akan terjadi apabila salah satu dari air maupun oksigen
tidak ada. Korosi pada besi tersebut dapat di cegah dengan cara menggunakan
oli, cat, maupun logam lain yang memiliki sifat tahan karat atau logam yang
lebih aktif seperti krom dan seng untuk melapisi besi tersebut. Sedangkan logam
lain yang kurang aktif seperti tembaga dan timah digunakan pada suatu kaleng
bertujuan supaya kaleng tersebut lebih cepat hancur di tanah, karena sifat dari
tembaga dan timah tersebut adalah untuk mempercepat terjadinya suatu proses
korosi.

 

2.     
Perlindungan
katoda (pengorbanan anoda)

Besi
yang telah dilapisi maupun yang telah di hubungkan dengan suatu logam yang
memiliki sifat yang lebih aktif maka akan membentuk suatu sel elektrokimia
dengan suatu besi sebagai suatu katoda. Besi berfungsi sebagai tempat
terjadinya suatu reduksi oksigen. Sedangkan yang berperan sebagai anoda adalah
lom yang lain yang mengalami suatu reaksi oksidasi. Besi yang sebagai katoda
akan dilindungi oleh logam yang lain (yang dikorbankan adalah yang sebagai
anoda). Selama suatu logam pelindung masih ada ataupun masih belum habis, besi
akan terlindungi dengan aman.

3.     
Membuat
alloy atau paduan logam yang bersifat tahan karat

Contohnya
suatu besi yang dicampur dengan suatu logam Ni dan Cr yang kemudian menjadi
baja stainless (Fe = 72%, Ni = 9% serta Cr = 19%).

4.     
Pengecatan

Cat
berguna untuk menghindari terjadinya kontak dengan suatu udara maupun suatu
air. Cat yang lebih baik adalah suatu cat yang mengandung suatu seng (zink) dan
suatu timbel, karena kedua zat tersebut mampu melindungi besi terhadap korosi.
Contohnya pagar, railing dan jembatan.

5.     
Pelumuran
dengan menggunakan gemuk maupun oli

Gemuk
maupun oli dapat mencegah terjadinya kontak antara besi dengan air. Cara ini
sering digunakan untuk menghindari korosi yang terjadi pada berbagai perkakas
dan mesin.

6.      Pembalutan dengan menggunakan
plastik

Plastik
yang digunakan dapat mencegah terjadinya suatu kontak antara besi dengan suatu
air dan udara. Contohpembalutan dengan menggunakan plastik yaitu keranjang
sepeda dan rak piring.

7.     
Pelapisan
dengan menggunakan timah (Tin Plating)

Contoh
dari besi yang dilapisi oleh timah adalah kaleng – kaleng kemasan. Proses
pelapisan timah pada besi tersebut dilakukan dengan cara elektrolisis atau di
sebut juga dengan tin plating. Timah merukan salah satu logam yang tahan karat.
Namun besi hanya akan dilindungi oleh lapisan timah selam lapisan timah
tersebut tidak rusak, cacat maupun tergores. Jika lapisan timah tersebut rusak,
cacat ataupun tergores maka lapisan timah tersebut justru akan mempercepat
proses terjadinya suatu korosi pada besi tersebut, hal tersebut dapat terjadi
karena potensial reduksi suatu besi mimiliki sifat negatif yang lebih banyak
jika di bandingkan dengan timah. Agar kaleng – kaleng bekas cepat rusak dan
hancur maka di butuhkan proses korosi pada suatu kaleng – kaleng tersebut.

8.     
Pelapisan
dengan menggunakan Zink (Galvanisasi)

Zink
berbeda dengan timah karena zink bisa melindungi suatu besi dari proses korosi
walaupun lapisannya tidak lagi utuh.hal tersebut terjadi karena adanya
mekanisme perlindungan katode. Karena potensial reduksi yang di miliki oleh
besi lebih positif jika di bandingkan dengan zink, sehingga besi yang terkontak
dengan suatu zink maka akan membentuk suatu sel elektrokimia dan yang menjadi
katode adalah suatu besi. Maka dengan itu besi akan terlindungi dan zink yang
akan mengalami korosi atau berkarat (oksidasi). Contoh dari besi yang  di lapisi dengan menggunakan zink atau
galvanisasi adalah tiang telepon, pipa besi, badan mobil – mobil baru yang
sudah di lapisi dengan zink sehingga tahan karat.

9.     
Pelapisan
dengan menggunakan kromium (Cromium Plating)

Untuk
memberikan suatu lapisan pelindung yang mengkilap biasanya dilapisi dengan
menggunakan kromium. Kromium plating juga dapat melindungi darai korosi
sekalipun lapsannya rusak, cacat maupun tergores. Proses pelapisan ini juga
menggunakan cara elektrolisis. Contoh dari pelapisan dengan menggunakan kromium
(Cromium Plating) yaitu bumper mobil.

10.  Pengorbanan anode (Sacrificial
Protection)

Cara
pengorbanan anode (sacrificial protection) ini di gunakan untuk melindungi
suatu pipa baja yang di tanam di dalam suatu badan kapal laut maupun di dalam
bagian tanah. Magnesium merupakan suatu logam yang memiliki sifat yangjauh
lebih aktif yang berarti memiliki sifat yang lebih mudah terjadinya korosi di
bandingkan dengan besi. Bila suatu logam magnesium di kontakkan dengan suatu
besi, maka pada magnesium tersebut akan terjadi karatan sedangkan pada besi
tidak terjadi karatan. Suatu batang magnesium harus di ganti secara periodik.

 

e.       Pengendalian
Korosi Pada Suatu Bahan Atau Peralatan Elektronik Pada Industri

Pengendalian korosi pada suatu
bahan atau peralatan elektronik dapat di lakukan dengan suatu cara lingkungan
maupun pengendalian ruangan tempat di mana tempat bahan elektronik atau
peralatan elektronik tersebut di tempatkan. Pada suatu masalah korosi,
penanganannya berkaitan dengan suatu cara perawatan dan suatu cara perbaikan
suatu fasilitas untuk produksi dan peralatan 
maupun bahan pembantu penunjang yang lainnya. Pada pengendalian korosi
pada suatu bahan atau peralatan elektronik pada industri ini di harapkan harus
dapat mengidentifikasi masalah korosi yang terdapat pada suatu peralatan
elektonik pada suatu industri dan dapat menangani suatu masalah korosi yang
terdapat pada suatu peralatan elektronik pada suatu industri seperti pada alat,
mesin, serta fasilitas – fasilitas industri secara keseluruhan. Pemantauan alat
yang memiliki kemungkinan untuk mengalami suatu korosi perlu di lakukan secara
periodik agar terhindar dari kerugian – kerugian yang tidak di inginkan. Kemudin
upaya atau cara – cara untuk menghambat terjadinya suatu laju korosi harus
terintegrasi dengan program – program perawatan dan program – program perbaikan
agar dapat di peroleh suatu hasil yang terbaik. Untuk melakukan suatu
pengendalian laju korosi yang di lakukan melalui pengendalian pada lingkungan
pada umumnya dapat di lakukan dengan cara menjaga suatu kelembaban udara serta
dalam pengendalian keasaman suatu lingkungan. Akan tetapi, proses pengendalian
suatu lingkungan ini hanya bisa di lakukan pada peralatan – peralatan yang
berada di dalam suatu ruangan, sehingga tidak memungkinkan untuk di lakukan
pada fasilitas – fasilitas yang selalu berinteraksi langsung dengan lingkungan
yang berada di luar suatu ruangan. Untuk melakukan suatu pengendalian korosi
tersebut semua pihak harus di libatkan di dalam proses pengoperasian alat,
pengoperasian mesin, instalasi dan fasilitas – fasilitas yang lainnya. Masalah
– masalah yang terjadi pada korosi serta upaya – upaya dalam proses
pengendaliannya harus di ketahui oleh seluruh karyawan – karyawan dan seluruh
jajaran direksi yang akan terlibat langsung di dalam suatu kegiatan industri.
Berikut ini adalah beberapa upaya – upaya yang dapat di gunakan di dalam proses
pengendalian korosi pada peralatan – peralatan elektronik pada suatu industri
yaitu sebagai berikut :

1.     
Jika
suatu waktu alat tidak di gunakan tutup alat elektronik tersebut agar terhindar
dari debu – debu yang masuk ke dalam alat tersebut.

2.     
Simpan
peralatan elektonik di dalam suatu ruangan yang tertutup.

3.     
Pada
pengoperasian suatu alat dehumidifier agar mengurangi suatu kelembaban udara di
dalam suatu ruangan yang menyimpan peralatan elektronik yang mahal serta sangan
rentan terkena korosi.

4.     
Di
lakukannya pemeliharaan rumah tangga perusahaan dengan baik, termasuk dengan
kebersihan dan juga ketertiban di dalam suatu perusahaan.

5.     
Mengajarkan
kepada seluruh karyawan – karyawan tentan suatu faktor – faktor penyebab
terjadinya suatu korosi yang terjadi pada suatu peralatan elektronik serta
bagaimana cara pengendaliannya.

Penutup

Kesimpulan

1.     
Korosi
adalah proses rusaknya suatu logam dimana logam tersebut berinteraksi langsung
dengan lingkungannya yaitu interaksi kimiawi.

2.     
Penyebab
 utama terjadinya korosi adalah karena
adanya kontak dengan air dan udara

3.     
Korosi
tidak dapat di hindari, akan tetapi korosi hanya dapat di perlambat prosesnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.     
Deki
Martanto, Jenis-Jenis Korosi. Teknik Mesin. Fakultas Sains Dan Teknologi.
Universitas Sanata Dharma 2014.

2.     
https://cchapung.blogspot.com/2011/07/klasifikasi-proses-dan-bentuk-korosi.html

3.     
https://malaikatkutakbersayap.blogspot.com/2012/02/korosi-kelelahan-fatigue.html

4.     
Jenis – Jenis Korosi (PART 2)

5.     
https://sainsforhuman.blogspot.com/2013/07/apa-itu-korosi-penyebab-dan-cara.html

6.     
https://www.academia.edu/12827078/jenis_korosi

7.     
https://www.insinyoer.com/korosi/

8.     
PPT
Bentuk-Bentuk Korosi. Jurusan Teknik Kimia. Politeknik Negeri Lhokseumawe.

9.     
https://ELEKTROINDONESIA-KorosiPadaPeralatanElektronik.html

 

x

Hi!
I'm Eileen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out