Bab for Toxic Substances and Disease Registry, 2007). Keberadaan

Bab
I

Pendahuluan

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

1.1.  
Latar
Belakang Penelitian

Benzena atau sering disebut benzol
merupakan adalah cairan tak berwarna dengan bau harum. Sifat benzena sedikit
larut dalam air dan menguap dengan sangat cepat dan sangat mudah terbakar.
Benzena ditemukan di udara, air, dan tanah. Benzena berasal dari sumber
industri dan alam. Pada pembuatan beberapa jenis karet, pewarna, deterjen,
obat-obatan, pelumas dan pestisida, benzena juga seringkali digunakan (Agency for Toxic Substances and Disease
Registry, 2007).
Keberadaan benzena dalam produk minyak dan gas bumi dapat secara
alami terdapat dalam produk tersebut sejak dari proses ekplorasi, maupun benzena yang timbul karena
adanya proses pengolahan dan produksi.

 

Dari beberapa penelitian pada manusia, haemotoksisistas seringkali
ditemukan pada berbagai kondisi klinis, baik dari nilai paparan rendah
(penurunan jumlah sel darah putih, hingga anemia aplastik) dan pansitopenia
pada nilai paparan yang lebih tinggi. Banyak penelitian pada manusia yang
terpapar telah menunjukkan adanya haematotoksisitas, mulai dari penurunan jumlah
sel darah putih pada eksposur yang lebih rendah hingga anemia aplastik dan
pansitopenia pada eksposur yang lebih tinggi. Pada manusia dewasa, benzena
dapat menyebabkan leukemia non-limfositik akut, termasuk juga Acute Myeloid
Leukimia (AML). Dari beberapa observasi sebelumnya dengan bukti-bukti yang
terbatas untuk leukemia limfositik kronis, multiple myeloma, dan limfoma
non-Hodgkin juga dikonfirmasi sebagai akibat dari benzene (Loomis et
al., 2017).

 

Paparan tingkat tinggi benzena merangsang aktivitas CYP2E1 untuk
mengoksidasi benzena membentuk metabolit benzena, dan berkonjugasi
dengan glutathion sebagai mekanisme pertahanan terhadap senyawa toksik (Agency
for Toxic Substances and Disease Registry, 2007).

 

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa benzena menyebabkan
ketidakstabilan genomik, menghambat topoisomerase II; memodulasi efek mediator
reseptor yang relevan dengan reseptor aril hidrokarbon, dan menginduksi
apoptosis (Loomis et
al., 2017).

 

Metabolit-metabolit
benzena dapat terakumulasi pada sumsum tulang, sehingga dapat diaktivasi lebih
lanjut oleh myleoperoxidases dan peroksidase heme-protein lainnya, menjadi
semiquinon dan kuinon yang reaktif, yang selanjutnya dapat menyebabkan
pembentukan reactive oxygen species
(ROS). Banyak proses fisiologis akan menghasilkan ROS yang merupakan anion
radikal superoksida, radikal hidroperoksida, hidrogen peroksida dan radikal
hidroksil yang sangat reaktif. Telah diteliti bahwa peningkatan stres oksidatif
berperan dalam toksisitas yang berhubungan dengan benzena (Winn, 2003).

 

Ketika paparan oksidan dari sumber
eksogen tinggi, pertahanan antioksidan tubuh kemungkinan tidak dapat
mengatasinya, sehingga diperlukan tambahan antioksidan eksogen baik dari
makanan maupun suplemen untuk mengurangi stres oksidatif akibat radikal bebas
yang disebabkan oleh unsur dan senyawa dari lingkungan (Roziana et al., 2015).

 

Salah satu zat yang dapat menghambat
ROS adalah zat yang memiliki sifat antioksidan. Vitamin A, D, E sebagai
antioksidan larut lemak, menjadi antioksidan utama dalam membran sel dengan
cara melindungi komponen membran sel dari oksidasi radikal bebas (ROS).

 

1.2.   Identifikasi Masalah

Paparan benzena kepada pekerja di
industri migas secara terus menerus dapat mengakibatkan gangguan kesehatan, apoptosis
maupun efek karsinogenik jika terpajan dalam waktu yang lama dan atau dalam
dosis yang cukup besar. Berdasarkan
informasi dan kajian dari literatur bahwa belum ada penelitian untuk mengetahui
pengaruh status vitamin larut lemak sebagai antioksidan dalam apoptosis pada
pekerja yang terpapar benzena.

 

Maka perlu
dilakukan penelitian yang bertujuan membuktikan pengaruh dan hubungan dari status
vitamin larut lemak (A, D dan E) terhadap apoptosis pada pekerja yang terpapar Benzena
pada industri migas sebagai upaya pencegahan terhadap apoptosis akibat stres
oksidatif.

Berdasarkan uraian
diatas maka penulis membatasi permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian
ini yaitu : “Apakah terdapat pengaruh antara status
vitamin larut lemak (A, D dan E) dalam tubuh terhadap apoptosis pada pekerja
yang terpapar benzena di
industri migas?”

 

1.3.   Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara status vitamin
larut lemak (A, D dan E) dalam tubuh terhadap apoptosis pada pekerja yang
terpapar benzena di
industri migas.

 

1.4.   Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
manfaat berupa :

1.       
Pemberian
informasi tentang pengaruh antara status vitamin larut lemak (A, D dan E) dengan
apoptosis pada pekerja yang terpapar benzena.

2.       
Menambah
informasi dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan tentang benzena, khususnya
hubungan antara pajanan benzena di lingkungan kerja terhadap apoptosis.

3.       
Bahan
masukan kepada manajerial pengelola industri migas untuk melakukan upaya
pencegahan dan pengendalian terhadap apoptosis akibat stress oksidatif akibat
dari paparan benzene, sehingga dapat mempunyai tindakan-tindakan preventif
untuk menghindarkan pekerja terhadap penyakit akibat kerja (PAK) dan
meminimalisasi pengaruh paparan benzena. 

x

Hi!
I'm Eileen!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out